Menakar Penerapan New Public Management dalam Birokrasi Indonesia

Winengan Winengan

Abstract


Dalam ilmu administrasi publik, kehadiran paradigma New Public Management diproyeksikan dapat memberikan solusi terhadap kompleksitas permasalahan sektor publik. New Public Management menawarkan gagasannya untuk meningkatkan kinerja sektor publik dengan transformasi spirit kinerja sektor swasta yang mengutamakan nilai efektivitas dan efisiensi. Dalam konteks birokrasi Indonesia, peluang penerapan New Public Management cukup strategis mengingat adanya dukungan secara politik melalui kebijakan-kebijakan reformasi birokrasi yang terus didengungkan pemerintah. Namun realitasnya, ternyata masih jauh dari harapan, karena terkendala dengan mental aparatur birokrasi, kultur kerja organisasi yang tidak efektif, model kepemimpinan yang kurang kreatif dan komitmen untuk melakukan perubahan sebagaimana diharapkan dalam reformasi birokrasi yang menjadi tuntutan publik. 


Keywords


Birokrasi, New Public Management, Kinerja, Sektor Publik, Sektor Privat

Full Text:

PDF

References


Anderson, Eve et.al. (2002). Managerialism and The Australian Public Service: Valuing Efficiency and Equity. New Zealand Journal Industrial and Relation, Vol. 27 (1), pp. 13-31.

BPK. (2013). Seminar Reformasi Pelayanan Publik oleh CPA Australia. Dapat diakses pada http://pusdiklat.bpk.go.id/?p=5548 [Diakses 2 September 2015].

Denhardt, Janet V., & Robert B. Denhardt. (2003). The New Public Service, Serving not Steering. New York: M.E. Sharepe, Inc.

Donovan, O’, Ita. (1994). Organization Behaviour in Local Government. Great Britain: Longman Group.

Dwiyanto, Agus. (2008), Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Dwiyanto, Agus. (2011). Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif, dan Kolaboratif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ferlie, Ewan et.al. (1996). The New Public Management in Action. New York: Oxford University Press.

Hodge, BJ.et.al. (1996). Organization Theory A Strategic Approach. Fifth Edition. New Jersey: Prentice Hall.

Hughes, E, Owen. (1994). Public Management And Administration. United States of America: St. Martin’s.

Keban, Yeremis T. (2005). Indikator Kinerja Pemda: Pendekatan Manajemen dan Kebijakan. Makalah. MAP UGM, Yogyakarta.

Miles, E, Raymond. (1975). Theories of Management: Implications for Organizational Behavior and Development. United States of America: Mc Graw-Hill Book Company.

Osborne, David., & Gaebler, Ted. (1992). Mewirausahakan Birokrasi: Mentranformasi Semangat Wirausaha ke Dalam Sektor Publik. Jakarta: PPM.

Osborne, David dan Plastrik, Peter. (1997). Memangkas Birokrasi: Lima Strategi Menuju Pemerintahan Wirausaha. Jakarta: PPM.

Robbins, Stephen. (1996). Perilaku Organisasi, Konsep, Kontroversi dan Aplikasi. Jakarta: Prenhalindo.

Russell, Joyce and Bernardin, John. (1993). Human Resources Management An Experiential Approach. Singapore: Mc. Graw.

Sujarwoto, S. (2012). Political decentralization and local public services performance in Indonesia. Journal of Public Administration and Governance, 2(3), 55-84.

Sujarwoto, S. (2017a). Geography and Communal Conflict in Indonesia. Indonesian Journal of Geography, 49(1), 89-96.

Sujarwoto, S. (2017b). Why decentralization works and does not works? A systematic literature review. Journal of Public Administration Studies, 1(3), 1-10.

Sujarwoto, S., & Tampubolon, G. (2015a). Decentralisation and citizen happiness: A multilevel analysis of self-rated happiness in Indonesia. Journal of Happiness studies, 16(2), 455-475.

Sujarwoto, S., & Tampubolon, G. (2016). Spatial inequality and the Internet divide in Indonesia 2010–2012. Telecommunications Policy, 40(7), 602-616.

Sujarwoto, S., Tampubolon, G., & Pierewan, A. C. (2017). Individual and Contextual Factors of Happiness and Life Satisfaction in a Low Middle Income Country. Applied Research in Quality of Life, 1-19.

Suryawikarta, Bey, et.al. (1997). Birokrasi di Indonesia. Jakarta: Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Dalam Negeri.

Syarifuddin. (2014). Implementasi Kebijakan Transparansi Pengelolaan Dana Bos: Studi Terhadap Instruksi Gubernur NTB Tentang Transparansi Pengelolaan Dana Bos di MI Kota Mataram. Antologi Hasil Penelitian. Mataram: Lemlit IAIN Mataram.

Thoha, Miftah. (2005). Administrasi Publik dan Reformasi Birokrasi di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.

Tjiptoherijanto. (2006). Akuntabilitas dan Good Governance. Jakarta: LAN dan BPKP.

Transparency International. (2013). Corruption Perceptions Index 2013. Dapat diakses pada https://www.transparency.org/cpi2013/results [Diakses 26 September 2015].

Suaedi, Falih., & Wardiyanto, Bintoro (Editor). (2010). Revitalisasi Administrasi Negara: Reformasi Birokrasi dan e-Governance. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Winengan. (2014). Penerapan Standar Pelayanan Publik Pada Pembuatan Buku Catatan Nikah di KAU se-Kota Mataram. Lemlit, Vol.10(2), pp.1-18.

Wright, Peter.et al. (1996). Strategic Management Concept and Cases. New Jersey: Prentice Hall.

Yudha, Dino. (2011). Perkembangan dan Penerapan New Public Management di Indonesia. Dapat diakses pada http://fia-ub.blogspot.co.id/2012/06/perkembangan-dan-penerapan-new-public.html [Diakses 28 Agustus 2017].

Yudhi, Nanere., & Kyobe. (2006). Comparative Study of Negotiation Styles of Education Manager in Australia and Indonesia. Dapat diakses pada http://www.seameo.org/vl/library/dlwelcome/publications/paper/ABFE06/AFBE06.htm [Diakses 13 Agustus 2014].

Zarzycka, Ewelina., & Michalak, Marcin. (2013). Measuring Local Government Performance and Analysis Manager Those Entities and Personnel Information Needs in the Context of New Public Management. Dapat diakses pada https://www.degruyter.com/downloadpdf/j/cer.2013.16.issue-2/cer-2013-0015/cer-2013-0015.pdf [Diakses 13 Agustus 2014].




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jiap.2018.004.01.10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.